Kamis, 21 April 2011

Jungkir balik dunia MONYET !

(Tahun 2006, awal SMA yang indah..sapa sih dia ?!)

            “Teng..Teng..Teng”, bel istirahat berbunyi keras, menggemparkan seluruh warga sekolah SMA Negeri 4 Surabaya. Para murid berhamburan keluar dari kelas dan mulai memenuhi kantin. Guru-guru berkumpul dan berbincang-bincang di ruang guru. Bahkan tukang kebun sekolahpun ikut menikmati waktu istirahat singkat itu.

            Di suasana yang begitu ricuh, terlihat seorang gadis berkacamata, sedang berjalan menyusuri lorong-lorong kelas. Rambutnya yang panjang tergerai indah mengikuti gerak langkahnya. Hampir separuh kelas yang berada di lorong itu ia lewati. Lalu, lagkahnya terhenti, di depan pintu ruang kelas X-2. Ia menyandarkan tubuh mungilnya ke dinding dan membungkukkan badannya dan melontarkan sebuah tanya kepada seisi kelas itu yang tersisa, “Lina mana ?” tanyanya sambil sedikit cemberut. Matanya berkelana mencari-cari sosok murid yang bernama Marcelina. Gadis itu adalah Aku. Marcelina dan Aku adalah sepasang sahabat yang mungkin sudah di takdirkan Tuhan untuk selalu bersama.
“Oh, lagi keluar tuh !”, jawab seorang murid laki-laki di kelas itu, yang berkulit gelap dan berwajah tak jelas karna yang keliatan memang cuma giginya doank. Seolah mengerti Lina tak ada di kelasnya, Akupun beranjak pergi tanpa menggubris murid lelaki tersebut. Murid lelaki itu hanya memandangiku berlalu dengan kebisuan.
Hatikupun bertanya, “siapa sih dia, kok cuma dia yang nanggepin pertanyaanku ya ?!”

*****

(Tahun 2007-2008, awal karir sebagai ketua OSIS..)

            “Kenapa sih kamu nggak pernah balas sms-ku ? Sibuk ? Sesibuk-sibuknya masa kamu nggak sempat balas sms-ku sekali aja ? keterlaluan kamu !”, bentak Ibnu kepadaku. “Aku memang lagi sibuk ngurusin proposal yang kamu buat dengan nggak becus kemarin ! Padahal kamu tahu khan, Malam Kesenian itu bukan event sederhana tapi amat sangat rumit, tapi apa yang kamu lakuin ? Kamu malah mikirin masalah aku nggak balas sms-mu, nggak penting khan !”, cerocosku panjang lebar seakan tak ingin diriku dipersalahkan dalam masalah itu.

            “Gila ya kamu.. Aku ini kamu anggap apa ? Aku ini pacarmu. Apa kamu nggak bisa menghargai usahaku sedikit ?”, Ibnu masih membela diri. “Nggak usah kamu jelasin aku juga sudah tahu kalau kamu itu pacarku, tapi apa harus seperti ini caranya ? Kamu juga harus professional donk ! Ingat, kamu itu sekretarisku, kamu pasti tahu gimana padatnya jadwalku ! Jangan egois !”, sedikit membentak lalu Aku beranjak pergi meninggalkan Ibnu yang masih terperanjat menyaksikan diriku mengamuk.

            Ibnu, adalah pacar yang paling egois yang pernah aku punya, tetapi dia punya yang gak aku punya, dia punya Ayah dan Ibu yang sangat sayang padaku, Aku merasakan kehangatan sebuah keluarga disisinya, tapi … dia adalah seorang laki-laki yang tidak tahu menahu tentang bagaimana cara mengatur mana hak dan kewajiban, dia selalu menekan dan terus menekan gadis yang disayanginya hingga tercapai keinginanya.

*****

            Aku sudah merasakan titik jenuh itu, Aku sudah mulai merasa lelah dengan hubungan yang sudah Aku bina dengan Ibnu, ……..
Pekan External tiba ……… hari-hari yang sangat menyebalkan bagiku, karna Aku akui, semenjak Aku menjabat sebagai ketua umum osis di sekolah, otakku rasanya berat banget buat menerima pelajaran …….
Dengan wajah yang frustasi, Aku berjalan dari lorong kelas paling pojok berdekatan dengan Laboratorium computer, aku tidak menggubris ricuhnya murid-murid yang meributkan soal ulangan yang baru saja mereka selesaikan, Aku terus berjalan sambil mengeluh dengan beberapa isi sms yang Aku terima sejak Aku menghadapi ulangan.
Sms 1 …… “Slmt pagi Nid, nanti kita meeting di delta plaza jam10 ya, aku tunggu, Handoyo”.
Sms 2 …… “Ninet, donatur sudah dapet berapa, H- berapa ini ?”. itu adalah sms dari guruku, ya Bu. Saras namanya.
Sms 3 …… ini dari sahabatku, Lina. ”Nyet, sponsor ndang di list lagi !!!”
Sms 4 ……. “Mah, tadi malem qm ngpn aja se, aq sebel sm qm, dah gk perhatian lagi sm aq, qm dah gk syg sm aq ta, hapus itu mxit !”

            Aku hanya pasrah dan bersabar dengan semua tekanan yang ada, Aku terus berjalan perlahan menuju kelasku, XI IPS 2.
Tepat di depan pintu kelasku, Aku mendengar suara, “heh Bu. Khajah …. !”, Aku menengok ke segala arah mencari-cari sumber suara itu.
Ternyata suara itu tepat berada di belakangku, akupun membalikan tubuhku menghadap dirinya, Aku melihat sosok murid laki-laki yang pernah Aku jumpai sebelumnya namun aku tak tau siapa namanya …….. “iah, ada apa ?” jawabku.
“punya mxit ? minta nomermu donk, buat nambah temen”. Akupun dengan senag hati memberikan nomer chatingku pada murid itu tanpa mengetahui sapa namanya dan tidak memiliki perasaan sedikitpun akan terjadi sesuatu antara Aku dan dia nantinya.
Dia pergi, berjalan mundur dan berkata padaku “kodemu berapa? 60 ya, terima chatingku ya, ok !”.
Ini adalah awal dari segalanya, teman-temanku …………
Awal dari jungkir baliknya dunia Mo”n_nYet”z.

*****

            Semakin lama Aku merasa jenuh dengan masalah yang ada, Aku merasa dunia ini gak ada abisnya menganugrahiku musubah.
Aku bertengkar lagi dengan Ibnu, disaksikan oleh sahabatku, Lina.
Tanpa rencana Lina merogoh handphone dari saku seragamku, “pinjem ya net, aku mau mxitan sama hardyan nich, kangen, hehehehe ..!”.
Aku terus berdebat hebat dengan ibnu di sekos, tanpa aku sadari sudah hampir satu jam lebih aku berdebat dengannya, aku mulai merasa lelah, dan kutinggalkan saja dia sendiri duduk di sofa sekos.

Aku menghampiri Lina, “mxitan apa aja sih, kok asyik banget, cie …. Sama sapa lagi selain hardyan, nduwt ??” tanyaku sambil mengusap air mata yang sejak tadi kuteteskan hanya untuk omelan seorang ibnu !!!
“owh, ini aku mxitan sama Black Item juga,,…” dengan entengnya dia menjawab dan memberikannya kembali padaku handphone yang udah dia obog-obog dari tadi.

Aku baca semua pesan yang sudah dia ketik untuk teman mxitku yang memiliki nickname “black item” itu, aku terperanjat dan mulai kesal dengan pesan yang ada. “Resek, kamu bilang apa ini, heh ngawur kamu pek, haduh cari penyakit kamu nduwt,!”. Lina berkata dengan entengnya seolah tidak berbuat dosa “daripada nangis terus gara-gara ibnu tolol, lebih baik kamu tak kenalin sama temenku, namanya qiqi, net!”. Saat itu aku tau namanya adalah qiqi, nama yang lucu, nama yang netral, karna nama itu bisa buat cowok atuapun cewek. Meskipun aku sudah tau nama si black item itu sapa sebenernya, tapi aku juga mulai kesal, dia mulai kirim chating yang aneh-aneh ke aku, huh !!!
Aku sama sekali tak menggubrisnya, hingga pada waktu teman-temanya ikut-ikut mengirim chating ke aku, aku mulai risih dan geram sama orang yang namanya qiqi.

            Hubunganku dengan ibnu semakin menjauh, suatu hari kepalaku terasa sangat berat, aku titipkan HP kesayanganku pada sahabatku. “jangan aneh-aneh lagi, awas kamu, aku percaya kamu lho ya!” kataku sambil melangkahkan kaki menuju depot bakso favoritku dan sahabatku di daerah JL. Nias, Pak. Djan.
Gak tau kenapa, tiba-tiba ada sms yang isinya, “net, OL, selesaikan yang kemaren…!” aku nggak tau nomer HP sapa itu, ternyata itu adalah qiqi jelek yang nyebelin, sok SKSD.
Dalam perbincangan mxit, aku sudah nangkep kalo ini cowok gak bener, masa ngajakin aku nonton berdua ! padahal dia udah punya cewek, gila !
Aku sempet ilfiil banget sama dia. “sumpah ya, temenmu ini nggilani pek !” kataku pada Lina. Aku sempet nyesel mau kasih nomer mxit aku sama dia.

*****
            Matahari sangat bersahabat, Aku pergi sekolah dengan hati riang, karena hari ini sekolahku kedatangan tamu dari sampang, madura. Aku berjumpa dengan teman-temanku yang jauh di luar pulau sana. Aku tersenyum dengan semangat menyambut mereka, tanpa ku sadari aku lagi-lagi tidak menghiraukan ibnu, sangking keasyikannya melayani tamu, hehehehe…..

Lusanya adalah hari valentine, disekolahku dijadikan hari untukmu guru, kami yang mengusulkannya kepada kepala sekolah. Oh iya, aku belum cerita, sebelumnya aku sudah deket sih sama qiqi, aku mulai kagum sama dia ketika aku temukan foto dia dalam kumpulan album di computer sekos, dia berada di barisan siswa berprestasi disekolahku, aku kagum sama dia, aku mulai sms dia duluan deh, dari sana aku mulai kurang ajar sama kenyataan yang ada, aku masih punya ibnu, qiqi masih punya arum. Tapi … ya gitu deh.

            Ketika aku selesai bekerja dalam event untukmu guru, aku langsung latihan paskibra di belakang sekolah, tanpa pamit ibnu aku pergi gitu saja.
Selesai latihan aku kembali ke sekos dan mendapati setangkai bunga mawar merah dengan sebuah cincin berbatu putih dan sebuah gantungan kunci bongkar pasang. Aku bertanya-tanya dalam hati, “dari sapa ini ?”.
“dari mas ibnu mbak…” hutami, adek kelasku yang bersuara pada saat itu. Aku hanya bisa berdiam diri dan merasa bersalah telah menelantarkannya akhir-akhir ini.

            Aku pulang dengan perasaan bersalah, tak lama kemudian HPku berbunyi, nada sms. Aku bergegas membukanya, namun apa yang aku pikirkan ?! aku tidak berpikir sedikitipun kalau itu adalah sms dari ibnu, namun berharap sms itu adalah sms dari qiqi.
Aku terkejut dengan kalimat yang ada.
“kayaknya kita memnag sudah gak cocok lagi deh mah, aku gak mau bebani pikiranmu, lebih baik kita putus aja….”. gila, itu adalah sms yang menyakitkan bagiku, karna selama aku pacaran nich ya, gak pernah ada kata putus dari cowokku, yang ada juga aku yang mutusin !!
aku cuma bisa terima dengan ikhlas, 14 Februari 2008 adalah akhir cerita cintaku sama ibnu, sekaligus black valentine bagiku, sial !

*****
            Hatiku merasa galau, entah karena kalah ataupun kecewa karna tidak bisa mempertahankan hubunganku dengan ibnu.
Setelah putusnya aku dengan ibnu, gossip tak sedap menimpaku, apalagi ini Tuhan ….
Aku dengar bahwa qiqi putus dengan arum gara-gara aku, aku sempat gak percaya, dari mxit lagi aku tau semuanya, qiqi bilang dengan perasaan sedih padaku.

Goncanglah batinku, sempat menjauh aku dari qiqi, tetapi alhasil, qiqilah yang gak mau aku jauh dari dia, memang … kami berdua memang salah, sudah menjalankan perasaan yang terlarang ini, kami sudah mengungkapkan satu sama lain kalau kami saling menyayangi dan ingin saling memiliki, namun sayang, belum tepat waktunya kami untuk bersatu, karna kami juga memikirkan perasaan mantan pacar kami masing-masing, terlalu cepat untuk bersatu.

Aku merasa ini adalah dosa terbesarku yang pernah aku lakukan, menyakiti hati orang-orang yang tidak bersalah sama sekali. Aku tidak diam begitu saja, aku ungkapkan pada sahabatku semuanya, aku marah, kesal dan kecewa padanya, karna dia aku mengenal sosok seorang qiqi. Begitupula bundaku, akupun tidak mendapat restu dari beliau bilamana aku punya pacar seorang qiqi, bundaku takut bahwa tidak menutup kemingkinan qiqi melakukan hal yang sama padaku setelah apa yang sudah dia lakukan pada arum.

Kantin sekolah adalah saksi bisu antara aku dan qiqi bila senja tiba, aku selalu bertemu dengannya di sudut bangku panjang dekat pintu keluar kantin yang bertepatan dengan tempat parkir kendaraan bermotor guru-guru, kami curhat, tertawa, menangis dan sampai pada pengungkapan perasaan kami berdua, dari sana juga aku tahu bahwa nama makhluk yang manis ciptaan Tuhan ini adalah MUHAMMAD HAQIQI.
Di kantin itu aku selalu curhat sama dia tentang susahnya aku, resahnya aku, dia selalu ada buat tenangin hatiku, bahkan ketika aku berantem sama Lina gara-gara MK, dia ada nemenin aku, aku tanda tangan kwitansi segitu banyak buat tiket, dia juga ada, mungkin itu cuma kebetulan seh, dia kan pulangnya bareng kakak perempuannya, mbak. Dina. Kalo kami mau ketemuan di kantin pasti si qiqi sms aku dengan kalimat peringatan bilamana disana masih terdapat bu. hartini, “sek, tunggu sebentar non, masih ada mantan ibu mertua mu, ntar jadi tambah kacau”. Aduh, pokoknya, kantin itu adalah saksi bisu antara aku dan qiqi deh, jahat banget ya kami ?!

Sekolahku mulai ribut dengan berita hangat “ketua osis rebut pacar orang”, dan ada versi lain “qiqi seorang playboy cap kaleng”. Aku sempat frustasi dengan masalah ini, namun qiqi tetap bersikukuh kalau ini akan berakhir indah, dia terus menerus menyarankan agar aku tetap sabar.

*****
            Selama satu bulan lebih aku dan qiqi menjalani hubungan tanpa status, aku mulai merasa risih dengan ikatan yang gak jelas seperti ini, aku selalu mendesak qiqi agar dia memberikan kepastian padaku, aku tau ini terlalu cepat, tapi aku sudah mulai lelah dengan goncangan batin akibat ulah kami berdua, aku berpikir kenapa tidak diteruskan saja sampe menjadi kenyataan bahwa aku dan qiqi itu memang pasangan  hasil dari perselingkuhan !!!

            Siang itu sekolahku libur, tetapi aku dan anak buahku tetap menjalankan tugas yang harus kami kerjakan dengan semestinya. “hari ini ke coca-cola ya nduwt,!” tawarku pada Lina, tak lama kemudian HPku mendapat sebuah sms yang berisi “non, kamu di sekolah gak skrg ? kalo iya aku boleh mampir ketemu bentar, aku dari kampus kakakku nih, boleh ya ??”. entah kenapa hatiku merasa senang dengan adanya sms itu. “iya boleh kok, sekolahku kan sekolahmu juga, jgn gangguin aku kerja ya, tapi bantuin aku, anterin cari sponsor, ok?”. Mengambil kesempatan dalam kesemptan, akupun bergegas mengundang Chandra untuk lina dan kamipun pergi berempat saat itu.
            Hari ini adalah hari pertama Chandra berteman dan mengenal qiqi lebih dalam, awalnya Chandra adalah orang yang paling benci banget kalo udah liad aku senyum-senyum sendiri sambil liatin HPku kaya orang gila gitu, secara dia tau kalo aku pasti smsan sama qiqi, dan perlu kalian ingat teman-temanku sayang, Chandra adalah sahabat karibnya ibnu, keren kan .?! hahahaha ……

            Tiba di pabrik coca-cola, “kalian berdua saudara ya, kok mirip ?” ucap seorang bapak yang memang sedang kami cari tadinya, sambil menunjukkan jemarinya secara bergantian kepadaku dan qiqi.
Aku merasa bahagia saat itu, karna tiba-tiba saja candra berbisik padaku “kata orang dulu, kalo wajahnya mirip itu, berarti tandanya jodoh lhu nyet”. Wajahku pun berubah menjadi tersipu malu, karna akupun berharap demikian.
Ketika aku singgung di atas motor tentang ucapan bapak tadi kepada qiqi, “iya, ini calon saya ini, bentar lagi pasti jadi…”. Qiqi berkata padaku sambil menyibakkan tawanya yang renyah sekali. Hmm … awal yang indah.

*****
            “aku laper net, ke MCD delta yuk…!” teriak lina dari kejauhan, aku mengangguk setuju, dan kita berempat segera bergegas ketempat itu.
Apa boleh buat terjadilah sebuah sebuah tragedi disana :

N : mw pada maem apa ?
L : paket panas deh dua aku ama can2.
N : kamu maem apa qi ?
Q : sama deh ..
N : yee .. disini gak ada menu yang judulnya “sama deh”
Q : hehehe … sembarang deh.
N : gak ada qiqi, gak ada menu “sembarang deh” itu, coba liat di atas itu menunya apa.
Q : hehehehe …. paket panas.
L : dari tadi napa qi, lambat ini !
N : panasnya tiga mbak, conenya satu ya.
C: Lama banget seh, pesenya di hongkong ?
L : ini pasangan baru pada eyel-eyelan pesen makanan !
N : ehh, aku cuci tangan dulu ya rek.

            Selama aku tinggal cuci tangan dan beliin candra Lina ice cream cone yang mereka minta dengan rengekan, ada sebuah perbincangan yang sempat aku gak tau, tapi akirnya aku tau juga seh, lah wong pulang dari MCD Chandra bilang ke aku.

C : kapan kamu nembak ninet, qi ?
L : iaw kapan, biar bisa traktir kita. Hahahaha
Q : ntar aja, gampang, habis MK selesai.
C : beneran iow, tak tunggu !
N ; pada ngomongin apa sih ? serius amat, BTW pada liad gak, ada ayam nganggur ??”
L : mana, mana net ?
N : ini disebelah kita.
C : ayo di ambil aja, aku masih laper nih !!

            Dengan semangadh layaknya pencopet, aku langsung duduk di deket ayam nganggur tadi dengan tampang inosen, qiqi, Lina, Candra cuma ketawa ngakak aja sambil bilang “ninet di foto qi, ntar masukin majalah dinding sekolah, buat berita hangat, seorang ketua osis maling ayam !”
Dari kejadian itu, qiqi akhirnya tau aku sebenernya juga bisa selengekkan, dia kira aku cewek jaim yang super perfect gak mau nglakuin hal nyeleneh sama sekali.
Hmm… kamu salah qi.
Pulang dari sana, perud punya lina en candra pada mules gara-gara makan itu ayam colongan, gw seh gak ikud mules ya, nah gw gak ikud makan, tapi gw yang nyolongin itu ayam bakal mereka, nah loe sapa yang bakal mampus kira-kira dalam kasus ini ?? hahahaha ………………
*****

            Sejak dia menemaniku ke coca-cola, aku jadi mengkaryakan dia sebagai panitia tambahan buat MK, abiznya aku ngrasa punya panitia banyak, tapi yang kerja itu-itu aja !
Aku mulai kasih dia tugas untuk penyebaran flyer di daerah gresik dan sektarnya, aku titipin ke dia banyak pamphlet dan flyer yang bakal dia sebar di gresik sana.
Dari pamphlet hingga flyer, ternyata dia bantuin aku buat jual tiket di gresik, “non, aku minta 60 biji ya ?” aku kaget, buat apa banyak-banyak, aku aja yang pegang 20 biji gak abiz-abiz. Ternyata tau gak, dia karyakan teman-temannya yang ada di gresik sana buat dagangin itu tiket, edan gak seh nih anak !!!
Padahal dulu aku jutek banget sama mereka, tapi mereka masih mau aja bantuin aku, ya ampun, thx ya 7sins …. Luph u all.
Tapi ada bonusnya seh, mereka kaget gitu tau qiqi deket sama aku . hahahaha
(presenceQ apa ? so ?)

            Hal yang paling kasian nich ya, si qiqi aku suruh narik itu tiket dari tangan temen-temennya yang mayoritas pada punya rumah di gresik dalam waktu satu jam 30 menit, gila gak tuh, tapi dia mau aja lakuin itu, dia PP ke gresik-surabaya buat ambil itu tiket dan cuma indra aja yang ngancrit di Surabaya

MK tiba, H- 1 aku pergi sama qiqi, saat aku kembali, backdrop sudah jadi, aku senang banget, terhampar lebar di lantai mushola sekolah, tapi aku kecewa, karana salah satu logo sponsor gak kecantum di dalamnya, aku bingung bagaimana aku harus bertanggung jawab atas apa yang sudah aku janjikan pada sponsor ??
“wii, esti, ada ikannya…….wew, banyak esti ikannya !” ucapku dengan mata yang sayup dan lingkar mataku yang mulia lelah dan hitam, aku memandangi teras mushola dan berucap sedemikian pula pada partnerku.
Ketika aku jatuh seperti itu, qiqi ada untuk aku, dan dia berkata “heh, kamu kenapa ?! wii mendheni pek arek iki, sudah non, jangan terlalu dipikir, masih ada jalan keluar ini, gak ada ikan disini, batu semua gini lho, aku yakin kamu bisa kok !!”

*****
Sebelum beranjak ke acara MK aku mau ulas tentang acara siaranku di prambors FM, “buat non ku yang jauh di sana, tetap semangadh ya, MK kurang berapa hari lagi”. sebuah sms yang dikirim seorang cowok baja raya ke radio tersebut, dan tak tanggung-tanggung, penyiar pun menyiarkan sms itu secara on air !
Gila gk seh, Sesurabaya pada denger aku lagi deket sama qiqi, waa …. Mampus gw jadi artis dadakan nich. Hahahaha

Hari H tiba, MK tiba, hatiku hancur ketika melihat panggung belum jadi, partisi belum selesai, check sound belum dimulai, meet n great gak jadi, spanduk acara belum naik. Aku sudah gak kuat, dan pada akhirnya aku pingsan……………
Kalian tau gak, selain Lina, Chandra, arga dan partner ku yang lain, qiqi juga ikutan panik waktu itu, dia yang sms aku, dia yang care sama aku dari jauh sana, kasih aku semangadh kalo MK ini bakal sukses kok.

            16 Maret 2008, dalam antrian panjang, aku meliahat sesosok orang hitam bertubuh tinggi, senyum padaku, awalnya sih aku gak tau sapa dia, abisnya yang keliatan cuma giginya doank sih, aku dekati orang itu, ehh …… ternyata dia qiqi . hahahaha
akupun membalas senyumannya dan dia memasuki loket pintu masuk venue.
pukul 23.00 artis ibu kota, utopia, naik ke atas panggung, posisiku sudah di belakang panggung, karna aku sudah janji sebelumnya sama dia kalo Yovie n nuno naik, aku mau ajak dia ke belakang panggung.
“ini MK ku tta qi ??” aku kirim sms itu ke dia sambil terharu, dia bales “ini keren, keren banget non, selamat ya, iya ini MK mu”. Aku seneng banget saat itu.

Pukul 24.00 Yovie n Nuno naik, aku menghampiri laki-laki itu dan mengajaknya untuk menyaksikan yovie lebih dekat. Aku, qiqi, dan lina berdiri tepat didepan panggung, aku merasakan getaran bahwa dia akan menggandengku, tetapi entah mengapa tangannya hanya tersenggol-senggol saja. Aku menangis saat itu dan berkata “thx ya qi, berkat suportmu aku masih bisa bertahan di atas isak tangis anak buahku.”
Kamera wartawanpun menyilapkan cahanya, itu tandanya wartawan itu mengabadikan ekspresi bahagiaku saat itu, aku merasakan kebahagiaan yang mendalam saat itu, di satu sisi tugas beratku sudah selesai, disisi lain aku menanti kepastian yang akan diberikan qiqi padaku setelah ini.
Horeeee …….. aku bakal dapet pacar baru . hahahaha
Teriakku dalam hati.
*****

17 Maret 2008, pukul 01.00 aku dan sahabatku bermalam di garden palace, disana aku merenung tentang apa yang sudah aku lakukan selama ini, hasil apa yang sudah diberikan Tuhan padaku. Gara-gara mxit sampai sejauh ini aku dengannya, dengan qiqi. Gara-gara mxit dia rela nemenin aku sampe malem waktu aku punya tugas diklat PASTRA di sekolah, gara-gara mxit dia bisa lepasin seorang cewek yang pernah ada dalam hidupnya sebelum aku, gara-gara mxit dia jadi penasaran sama sosok seorang NIDYA PUSPITA RACHMA DWI SARI.

Pagi pun tiba, aku dan lina beranjak ke sekolah untuk mengembalikan barang yang masih kami bawa. “hey non, kamu ngapain di sekolah, aku baru aja lewat, kamu di depan kan sama lina ?” sebuah sms yang baru aku buka ketika aku hendak ke delta untuk nonton saat itu. “iya, aku ngembalikan barang, ehh ketemuan yuk, aku di delta sekarang, mw nonton,  ikud yuk !!” balasku padanya lewat sms.
Kami pun beranjak ke mitra 21 buat nonton film yang lagi heboh-hebohnya waktu itu, “Ayat-Ayat Cinta”. Gila, gw belon mandi sudah dempet-dempet qiqi, tidur pula di bahunya, ini cowok gak bau apa ya sama aromaku . hahahaha
Saat itu pertama kalinya aku bersandar di bahunya qiqi, menggenggam tangannya dan membalas senyumannya yang manis seolah dia mengisyaratkan padaku “aku sayang banget sama kamu non”. Ohw … so sweet…….

            Beberapa hari kemudian, aku dan qiqi lebih mendekatkat hubungan kami lebih dalam, banyak rintangan yang kami hadapi sebelum jadian. Mungkin aku anak yang terlalu loyal sama teman, sampai-sampai aku mengorbankan perasaanku sendiri buat esti. Saat itu temanku esti curhat sama aku, “net, aku pengen banget balikan sama andy, bisa gak ya ?” tanyanya sambil mengusap air mata yang perlahan jatuh di pipi, akupun dengan optimis menjawab pertannyaan itu, “nothing is impossible, esti, aku pasti bantu kamu sampe balikan pokoknya, aku janji, udah ya jangan nangis lagi….”.

            Keesokan harinya aku menghampiri Andy, cowok yang ngakunya sih cinta matinya esti, tapi nyatanya dia berpaling dari esti demi tanjung. “oke, aku mau balikan sama esti, asal kamu balikan sama ibnu, gimana, berani gak kamu ?!” tantang andy padaku, seolah dia merasa tantangan itu gak bakal berani aku terima, tapi nyatanya, aku rela mengenyampingkan qiqi sementara untuk partnerku. Awalnya qiqi gak terima dengan keputusanku, namun pada akhirnya dia tetap ikhlas untuk nunggu aku putus sama ibnu. Padahal andypun tau kalau pada saat itu aku lagi falling in love sama si ITEM.
Gak tau kenapa jiwaku paling gak bisa liad temanku tersakiti karna sebuah perasaan, pada puncaknya aku marah, ketika aku balikan sama ibnu, andy malah langgar peraturannya sendiri.
N : ndy…. Aku dah balikan, mana janjimu ??
A : oh, sudah balikan ? syukur deh. Yang awet ya, jangan putus lagi pokoknya.
N : iya ! ayo sekarang giliran kamu ….
A : buat apa, kamu lho sudah balikan, aku sama esti dah sepakat buat jadi sahabat aja.
N : heh, maksudmu apa ??

            Merasa kesal dengan kenyataan yang ada, akupun langsung pergi menjauh dan bertekat untuk tidak akan pernah mau mengenal Andy-andy yang lain. Hari itu, masalah di otakku ada 3. aku harus menyelesaikan ini semua dengan ibnu, esti dan qiqi.
*****

            27 Maret 2008, kicau burung bersenandung riang, aku membuka mata dari tidurku, dan apa yang terjadi …….. kepalaku terasa berat sekali, akhirnya aku putuskan untuk tidak masuk sekolah.
“gak sekolah ta mbak ?? kok jam segini masih melungker ?? ayo mandi sudah jam5 lebih ini loh !!” ucap bundaku tegas padaku. Dan akupun menjelaskan pada bundaku kalau hari ini aku izin gak masuk karna darah rendahku sepertinya sudah mulai kumat.
“ya wis, ntar siang kalo sudah gak pusing, plat nomer sepedamu itu di urus ya perpanjangannya……”.

            Sesampainya di samsat, aku merasa jenuh sekali, karena aku harus antre lumayan panjang untuk menunggu giliran mendapat pelayanan tersebut. Sambil menunggu aku bersms ria dengan ibnu dan qiqi. Di hari itu juga aku akhiri hubunganku dengan ibnu, tanpa memberikan penjelasan, aku minta putus untuk yang ke 2xnya. Selain itu aku dan qiqi juga punya planning buat selesein masalah kami.
Sebelumnya sih kami smsan dulu ……………..

Di tengah keramaian orang, panjangnya antrean yang membuatku pusing, dan hiruk pikuk seisi ruangan itu dalam rangka memiliki kepentingan yang berbeda. Aku bagaikan kambing congek yang bener-bener congek karna mataku ini gak bisa berhenti untuk mengamati satu persatu gaya orang-orang itu dengan cara pandangku yang khas.
Aku isi kebengonganku dengan kegiatan rutin …………. SMS rek ………..
Hehehehe ……….. ini isinya, aku masih inget banget.

Q : non, lagi ngapain, pelajaran apa sekarang ?!
N : aku gak masuk qi, aku ngurus plat nomer sepedaku.
Q : lho, plat nomermu knp non ?
N : masanya sudah abis, ini ngurus perpanjangan.
Q : owh, sendirian aja ta kamu ?
N : iya. Eh qi aku tadi malem habis ngobrol sama bundaku tentang kita.
Q : iya ta, ngobrolnya gimana ?
N : intinya bundaku agak kurang setuju kalau kita deket.
Q : lho kenapa ? itu tandanya gak ada restu dong dari bundamu buat kita ??
N : ya gak tau qi,hari ini kita ketemuan aja yuk di MCD delta pulang sekolah, bisa ??
Q : iya deh ……. Jam1 ya, hari ini kan hari kamis, sekolah bubarnya kan jam segitu.
N : oke deh, sampe ketemu disana ya.
Q : lah kamu selesainya jam berapa non ??
N : gak tau ini orangnya lamban banget kerjanya, kayaknya aku di lama-lamain, huh !!
Q : bilang aja gini non “mas bisa cepet gak seh, aku ini ketua umum osisnya SMAN4, dan aku juga temennya haqiqi, jadi cepet ya !” pasti  cepe deh. hehehehe
N : yee … gak ngaruh kali qiqi, sape elo . hehehehe
Q : yasudah, pokoknya aku tunggu di MCD jam1 ya non.
N : okey, sampe ketemu disana ya qi. Tha ……….

*****
            Pukul 12.00 waktu Indonesia bagian jam tangan aku, aku tiba di delta. Aku duduk di sofa MCD delta paling pojok sendiri, sambil nungguin si item gak dateng-dateng. Lima belas, tiga puluh, empat puluh lima ….. aku terus memandangi jam tanganku yang setiap lima belas menit sekali aku tengok untuk memastikan qiqi gak akan telat hari ini. Aku menunggunya dengan cemas, gak tau kenapa hatiku juga ikutan deg-degan, aku merasakan akan ada sesuatu yang bakal terjadi hari ini, tapi aku gak tau itu apa.
Aku merasakan semakin dekat qiqi saat itu, aku merasakan sekali kehadirannya. Ternyata benar, pandanganku tidak meleset, tepat aku memandang ke arah bagian tempat duduk MCD yang dipenuhi earphone, tepat ketika aku mendangakkan kepalaku, tepat sekali dia terlihat datang. “ya allah ….. manis banget sih dia dari jauh” ucapku dalam hati, dia datang terlambat 30 menit dari jadwal yang kami sepakati dikarenakan hujan.

            “wey non, disitu ?” berucap perlahan tak bersuara, hanya gerak bibirnya saja yang aku lihat. Akupun memanggilnya untuk duduk disofa itu bersamaku, posisi duduk kami saling berhadapan. Hatiku semakin merasa bergetar gak karuan, perasaan apa ini ya Allah, perasaan ini aku rasakan lagi ketika aku berjumpa dengan cinta pertamaku “sandy”, tapi kenapa rasa ini aku rasakan lagi setelah beberapa tahun yang lalu, akupun heran, sempat terdiam dengan perasaan ini, aku heran, kenapa perasaan ini gak aku rasain ketika aku bertemu dengan orang-orang pengganti sandy sebelum qiqi …. Aku terdiam dan terus terdiam, hingga akhirnya aku mendengar suara dari mulut laki-laki yang sedang berada didepanku. “non, hallo ?? kamu kenapa, kok diem”. Akupun langsung sadar bahwa yang ada di depanku sekarang adalah qiqi, bukan sandy !!!!
“oh, gak, gak papa kok, Cuma agak lemes aja nunggu kamu”. Aku coba alihkan suasana agar dia tidak bertanya-tanya padaku.

            Hampir dua jam kami saling menjelaskan perasaan kami, tak ada hentinya kami tertawa dan bercanda, hingga aku dengar sebuah pujian darinya “kamu hari ini cantik deh non”. Hmm … pujian yang indah, akupun merasakan semangat baru dengannya.
Pukul 16.00 …………………
Sambil memegang tanganku, dia bungkukkan badannya ke atas meja, meletakkan sebagian badanya dalam posisi duduk layaknya murid yang sudah merasa lelah dengan pelajaran di sekolah, “non, jadian sekarang aja yuk ?!” ucapnya selengekan, sambil mengayun-ayunkan tanganku.
Aku tersentak, “buset, nii cowok serius apa maen-maen sih ?? kok gak meyakinkan sama sekali gitu mau nembak gw, selengekan pula, huh” gerutuku dalam hati.
Q : kenapa diem lagi sih non, ayo jawab ….
N : kamu itu seris apa cuma ……….
Q : ya serius lah non, kamu ini gimana sih ….
N : oh, gitu ya ?? hmm …… tapi badanmu tegakakin dikit napa, nembak kok gayanya ogah-ogahan gitu, setengah hati ya ???
Q : hehehehe .. maaf non, aku kecapekan nih tadi dari sekolah., jadi jawabannya apa ???
N : hmm …… maaf qi, AKU GAK BISA ………

            Qiqi langsung terdiam dan mulai berkata dengan perlahan dan menunjukkan ekspresi kecewanya “kenapa ?”, iya soalnya kamu itu terlalu baek buat aku, terlalu perhatian sama aku, dan aku rasa kamu juga terlalu sayang sama aku sampe gak mau aku pergi dari kamu, sampe bela-belain nunggu aku ketika aku balikan sama ibnu, makanya aku “GAK BISA NOLAK KAMU qi” jawabku dengan tampang tanpa dosa.
Dia langsung menggenggam erat kedua tanganku dan berkata, “mayak kamu non, buat jantungan aja, huh !! thx ya non jelegz, kita jadian neh ceritanya ?? kamu cewekku nih akhirnya ?? ya ampun …….” hehehehe ……..

            Ya begitulah awal cerita kami, cerita yang aku sendiri gak tau bakal jadi kaya apa kedepannya, karna proses kami jadian itu sangat jelek sekali untuk dipandang bagi orang awam. Tapi kami bertekat untuk tetap bersatu tanpa menggubris apa kata orang di sekolah nanti. Awalnya sih aku pesimis buat dapetin dia, hmm ………
Pada saat itu pula aku tau pantangan dia apa, “fanta merah” ….. ya …… minuman itu yang dilarang masuk ke pencernaanya, karna pada saat itu aku menawarkan minuman itu padanya, dan ternyata dia menolak dengan memberikan alasan padaku.
(kamis, 27 maret 2008, pukul 16.00 @ MCD delta Mo”n_nYet”z lahir)

*****
            Hari berganti hari, kebahagiaan menimpa qiqi, selain karna kami jadian, ternya salah satu sahabat karibya di gresik sana juga jadian, bahkan satu minggu setelah kami jadian, namanya Hendra. Dia adalah sahabat terdekat qiqi diantara yang terdekat, hendra adalah teman kecil qiqi hingga sekarang, rumah merekapun tak berjauhan, mereka berdua sudah layaknya disebut sebagai saudara.
Qiqi dulu itu endut banget, gara-gara hendra, dia bisa jadi kaya gini sekarang, kalo mau tau kenapa, Tanya aja sama qiqinya langsung aja deh . hehehehe ……

            Hari itu hari sabtu, aku janjian sama qiqi buat nonton, tapi gak jadi gara-gara dia keasyikan maen tennis meja sama teman-temannya sampe gak tau kalo aku sms dia, aku kecewa, marah juga sih, akirnya kami bertengkar ……… dan tau gak, kejutan apa yang dikasih qiqi ke aku ????
Ternya selama aku marah, pulang kerumah dengan hati yang menggerutu dia mengikutiku dari belakang tanpa aku sadari.
Sesampainya di rumah, aku memasukkan sepedaku ke dalam lorong parkir sepeda motor rumahku, aku berbalik dan tersentak kaget, sempat menghentikan langkahku dan berkata “loh, kamu ? kok bisa sampe sini ?”, melihat dia, marahku menjadi hilang begitu saja, dan hari itu adalah hari pertama qiqi kerumahku dan bertemu dengan bundaku, bundaku sih masih menyambutnya dengan dingin, sampai-sampai membuat qiqi menjadi orang yang serba salah saat itu, dan kami hanya bisa bercanda di sofa teras rumahku dalam kondisi yang memang saat itu bundaku kurang setuju aku dekat dengan qiqi. Kami bercanda, tertawa dengan renyah dan tetap menggunakan seragam kebesaran kami, seragam pramuka . hehehehe …………..
            Satu bulan ………. Aku dan dirinya berjalan baik-baik saja, hingga akirnya aku menjumpai umur Mo”n_nYet”z sudah satu bulan lebih satu minggu, kami bertengkar hebat, hingga akhirnya kami putus, itu untuk yang pertama kalinya kami merasakan kehilangan ……… dalam perjalanannya ke bandung untuk menghadiri acara keluarga, dia terus memohon padaku agar kami bersatu kembali.
Rasa patah hati yang sangat mendalam baginya, aku mengerti akan hal itu, maka dari itu aku menerimanya kembali untuk tetap jadi pacarku.

            Aku dan qiqi memang sudah memiliki banyak cerita, ya bisa dibilang jungkir balik lah, kisah yang gak wajar buat dijalani anak kelas 2SMA, terlalu berat untuk dipikul oleh siswa kelas 3SMA yang sudah mulai memikirkan masa depan, tetapi aku dan dia tetap bersikukuh untuk mempertahankan hubungan ini. Kami bisa meluluhkan hati beberapa orang yang awalya kontra sekali dengan bersatunya kami, kami mengenal apa itu rasa saling menyayangi, memberi dan belajar untuk saling memahami. Bayangin aja, dari yang namanya dimusuhin sama temen-temenku sekelas waktu kelas XI dulu gara-gara ada yang gak suka aku pacaran sama qiqi, kami tetep aja maju, dari yang namanya orang tuaku gak suka sama skali sama qiqi, sekarang sudah anggep qiqi itu bagian dari keluargaku, dari yang masalah qiqi mati-matian pertahanin aku dari cowok-cowok yang suka sama aku, lindungin aku dari orang-orang iseng, bantuin aku kesana kemari, yakinin aku kalo aku bukan anak broken home yang ada pada umumnya, dia jagoanku, Cuma dia yang bisa buat aku berarti di dunia ini selain keluargaku dan sahabatku, cowok mana yang bisa angkat aku setinggi itu, aku belum menemukannya sampe sekarang, bahkan dari aku dapet penggantinya sandy, gak ada yang bisa jadi jagoan di sikon aku yang emang sudah gak sempurna lagi, mereka jagoanku juga seh tapi mereka hanya memberikanku imunitas dari luar, tapi dari dalam belum ada yang bisa saingin sandy, hingga akhirnya aku temukan jagoanku di sini ………….. dia ……….. qiqi ………….. tapi sekarang semua itu udah gak ada.
Selamat ya qi, kamu bisa buat aku lupain sandy, sekarang aku hanya berharap ketemu orang yang bisa Bantu aku buat lupain kamu.

Tersentak aku seketika, seakan gak percaya, ketika aku tau qiqi sudah gak sayang sama aku lagi setelah satu minggu persis kami putus sebelum samapai diriku ini benar-benar untuk merelakannya. Qiqi gak berucap satu alasanpun yang bisa menguatkan perasaanku saat itu, saat aku bertanya “kenapa ?”.
Hmm …. Aku Cuma bisa mengeluarkan deras air mata penyesalan itupun gak bakal bisa kembalikan qiqi lagi. Aku maafkan semua itu walaupun tak ingin lagi aku melihatnya, Aku maklumi rasa sakit hati qiqi ketika menerima kata putus dari aku. Dan tak mungkin lagi dia bisa kumiliki.
*****

            Untuk kisah selanjutnya, kami terlalu terlena dengan kata putus nyambung, hingga membuat kami terlalu sering melakukan hal tersebut. Kata orang sih, hubungan putus nyambung itu adalah hubungan yang gak sehat, namun pikiran mereka sangat berlawanan dengan pikiranku, aku beranggapan bahwa seringnya putus nyambung bukan berarti hubungan itu sudah gak sehat, justru sebagai pembuktian seberapa besar rasa sayang yang sudah muncul itu sendiri, namun jika kamu gak kuat melakukannya, maka lepaskanlah semuanya ……… gak papa kok.

            Terlalu banyak kenangan manis ataupun pahit yang sudah aku jalani bersama qiqi, mulai dari mengenal dunianya, mengenal kebiasaannya, mengenal lingkungannya, keluarganya, sahabat-sahabatnya bahkan aku tau qiqi itu takut banget sama apa.
Aku sama dia itu dulu pernah punya kura-kura hijau mungil, yang kami pelihara berdua, namanya NIQI, tapi dia mati gara-gara mabuk waktu di ajak qiqi ke gresik.
Aargh …….. qiqi mayak …… hiks !!
Owh iya … kalo aku berangkat sekolah lewat daerah panjang jiwo, terus bratang, terus nginden, aku sama qiqi selalu ketemu sama adhek kelas kami yang bawa’annya itu sepeda motor tapi gak kaya sepeda motor, sepeda motor yang bisa di “engkol” sewaktu-waktu, jalannya pelan banget itu si “adhek”, jadi, kalo kami ketemu sama si “adhek” itu di daerah bratang, itu tandanya kami gak telat masuk sekolah, haha ….. abisnya aku sama qiqi sering kesiangan kalo berangkat, ya aku sih yang buat telat, dia kan jemput aku dulu. Kalo ketemu si adhek, pasti qiqi bilang “hunn …. Wah, si adhek masih sampe sini ( bratang), kita gak telat berarti hunn, horee …”. Sumpah, itu adhek ya, nyante banget, dengan sepedanya yang super lelet, helm retro, dia enjoy aja tuh berangkat sekolah, iya kalo dia cowok, nah ini cewek men. Haha …………

            Taman bungkul juga salah satu saksi bisu indahnya hubungan ini, dulu pernah aku suruh dia untuk buktikan rasa sayangnya ke aku dengan cara teriakkan “aku sayang ninet” di tengah-tengah lapangan taman bungkul yang pada saat itu memang sedang dibanjiri pengunjung, bayangin aja gimana malunya dia  waktu aku suruh ke tengah-tengah. Tapi o’onnya dia, mau aja aku suruh kaya begituan, sangking malunya aku, beranjaklah aku dari sana, itu adalah pertama kalinya kami keluar hingga pukul 19.00. waktu itu sih kami mampir buat makan bakso, kami pulang nonton film yang menurutku dia gak akan pernah lupa, ada kejadian apa pada saat itu, “summer breez” !!!
Sumpah, dia cupu banget, awalnya aku sempet takut sudah buat anak orang jadi patung hidup-hidup, kalo aja ada yang tau gimana ekspresinya waktu itu, bener deh, dijamin ketawa gak abis-abis, tangannya tiba-tiba dingin, badannya kaku, ditayain jawabnya cuma, “iya”, “apa”, “owh, aku gak papa kok”, “terserah kamu deh”. Ya secara dia gak pernah ya, tapi yasudah lah, aku coba terima apa adanya dulu, ntar juga pinter-pinter sendiri kalo sudah kebiasaan . hihihi …….. (mav qi).
Taman bungkul adalah tempat dimana qiqi ketemu langsung sama yang namayna arief, teman SMPku yang dulunya suka ng-resekin aku. Kalo aku lewat sana, aku jadi inget dia lagi, jadi inget aku sama dia pernah di tilang gara-gara aku gak pake helm waktu pulang sekolah, kurang ajar gak seh, si qiqi bilang ama pak polisinya gini “saya nemu kok pak di jalan, yaudah saya bawa aja, kasian”. Padahal dalam hatiku gak terima, masa cewek sendiri di bilang nemu dijalan, tapi ya gak papa seh, namanya juga usaha buat lolos dari surat tilang. O’onnya, ketauan juga kok kalo aku cewekya, lah waktu qiqi ambil simnya, ada wajah gw tuh nampang di dompetnya qiqi, haha …………….

            Daerah pakuwon city, itu juga tempat yang pernah jadi saksi bisu kami berdua, parkiran panjang yang kosong pernah menjadi tempat yang bersejarah banget buatku.
Disana dia berlari untukku dari ujung ke ujung yang saat itu sih dia hanya berlari di bagian tengah tempat parkir yang panjangnya kira-kira 500 Km, dia memohon untuk kembali padaku, disana juga tempat kami kembali seusai dari acara ulang tahun sahabatku “joe”, disana tempat aku merenung untuknya, tempatku menyelesaikan masalah dengannya. Dan pada suatu ketika aku mendapati tempat itu kembali dalam keadaan Mo”n_nYet”z sudah gak ada wujudya, saat itu aku sedang mengikuti tes PMDK prestasi UNESA di kampus lidah wetan, sepulang dari sana, aku sisihkan waktuku untuk merenung disana, tak sadar aku teteskan air mataku ketika aku melihat sebuah batu bata persis di sebelahku, aku jadi ingat tentang peristiwa batu bata putih bertuliskan “nidya” dengan tanganku sendiri dan kuberikan pada qiqi batu bata putih itu lalu akupun berkata “kamu pengen balikan sama nidya kan ??? nih nidyanya, dah ajak balikan sana batunya !!”. hampir berjam-jam aku menikmati suasana sepi disana sendiri dalam keadaan pasca sakit tifus satu minngu, aku coba untuk menelusuri perumahan didalamnya dengan sepeda motorku secara perlahan, aku mendapati danau yang memiliki bangunan patung “Singapore” di tepinya, aku berhenti sejenak dan berkata dalam hati “disini, aku dikuatkan oleh qiqi atas peristiwa lussy”. Aku beranjak lagi ke G-walk, nampak sepi kalau di siang hari, namun tempat itu adalah tempat dimana aku sama dia makan jagung bakar malem-malem sampe kehujanan dan akhirnya aku lemes di atas sepeda motornya.
Hari itu adalah hari yang memang aku niatkan untuk mengubur dalam-dalam kenangan yang gak mungkin aku jalani kembali dengan dia, dengan sengaja aku berjam-jam meneteskan air mata mengenang itu semua. Ketika aku pulang, aku menoleh kearah parkiran panjang yang kosong itu tadi dan berkata “makasih ya, aku beruntung sempat tau tempat ini”.

            Jawa Timur Park, malang. Itu adalah pengalaman ter-unik yang pernah aku alami selama punya cowok di sekolah, begitu juga dengan dia, aku gak pernah jalan-jalan satu keluarga plus dia. “tornado”, “cincin emotion”, “foto-foto itu”, “taman burung” tanpa aku sebutkan ada apa, dia juga pasti inget kok. Apalagi sewaktu perjalanan pulang ke Surabaya, kami mampir di depot untuk makan, dari sana aku tau kalo qiqi suka sekali sama “ayam panggang”, setelah itu kami belanja oleh-oleh dan adhek ku, lala, sudah mulai dekat dengan qiqi, entah apa yang buat mereka menjadi begitu cepat untuk saling mengakrabkan diri. Aku capek, hingga saatnya aku tidur di pangkuan qiqi, kurang ajarnya dia nii ya, dia cium pipi aku, uwh dasar …. Curi-curi kesempatan dia, itupun aku gak tau kalo besoknya dia gak cerita dan minta maaf sama aku kalo semalem dia gak sengaja cium pipiku, jahad …. !!!!
Setibanya dirumah, aku temani qiqi yang sedang menunggu orang tuanya untuk menjemputnya malam itu, hari itu juga hari pertama aku berjumpa dengan ibu dan kakak laki-lakinya, mas. Dimas. Aku sangat senang sekali, karena aku merasakan kehangatan keluarga yang lengkap yang pernah aku rasakan ketika Ibnu bersamaku, bahkan ini aku rasakan lebih dari apa yang aku pernah rasakan, beliau-beliau adalah orang yang peduli dan sanyang banget sama aku, apalagi IBU ……… ninet kangen sama ibu =’)
Sekarang aku hanya bisa mengenang ini semua sendiri dengan cara melihat foto-foto kami, nekatnya aku, waktu liburan empat hari kemaren, aku ke sana bersama teman-teman baruku, yaitu perkumpulan anak-anak pendaki, aku kenal mereka gak sengaja juga sih, waktu iseng-iseng ke bungkul sendirian, aku duduk sendirian, dan perkenalan itu terjadi gitu aja, mereka dari SMA yang berbeda, tapi masih anak SBY tulen kok, malah salah satu diantara mereka berdekatan rumahnya dengan rumahku. Aku agak sedikit berbohong pada bunda sih, aku bilangnya nginep di rumah niken (salah satu teman qiqi di gresik) sama lina, dan aku memberikan nomer hape billy plus niken biar bunda percaya. Aku sengaja melakukan ini agar aku bisa tenang untuk menghadapi UNAS nanti, disana aku luapkan semuanya bersama teman-temanku, mereka membantuku untuk merelakan qiqi pergi menjalani hidupnya tanpa aku, tempatku mungkin kan terganti di hati qiqi, namun hatiku kan tetap disini berdiri sendiri.
Aku pulang dengan hati yang gak karuan rasanya, aku melihat wahana-wahana yang pernah aku nikmati bersama qiqi serta keluargaku dengan riang gembira, dan aku hanya bisa menancapkan pada hatiku saat ini bahwa “aku dan qiqi pernah ada di sana, di wahana itu, berdua”, udah …. Aku pulang.

            Sun city waterpark, sidoarjo. Tempat itu aku kunjungi terakhir tanggal 5 April 2009, aku kesana beserta keluarga besarku yang datang dari bojonegoro, disana aku ambil kesempatan ini untuk benar-benar melepaskan apa yang sudah aku rasakan disana, dikolam renang itu, di bawah semburan air yang keluar tumpah dari ember besar tepat di atas kepala kami, di kolam arus itu, dan di water boom itu. Sengaja aku mengambil kesempatan untuk berenang menyendiri beberapa waktu dan duduk diam dibawah naungan bangunan jamur-jamuran yang mengeluarkan air, aku tersenyum haru melihat seisi tempat ini, yang aku rasakan saat itu, saat aku duduk diam bersandar pada batang jamur-jamuran tadi, hatiku berbisik, “aku pernah kesini sama qiqi, kami berenang, berdua, aku juga dulu pernah naik waterboom itu bersamanya, dan kolam arus yang ada di depanku ini adalah tempat kami bercanda saat itu”. Aku pulang dengan senyuman yang mengisyaratkan sesuatu, dari kaca mobil aku melihat patung yunani depan pintu masuk sebagai patung selamat datang dan tersenyum sambil berkata “it’s over ……..”.
Rumah qiqi, gresik. Pertama kali aku kesana bersama dua sahabat karibku, Chandra dan lina, waktu itu kami gak sengaja jalan-jalan karena udah merasa sumpek sama pekerjaan yang ada, biasa OSIS. Rencananya sih kami cari pantai, kata Chandra di gresik ada pantai yang keren, tanpa berfikir panjang lagi kami “mbolang” dengan sepeda motor butut kami, aku kemudikan sepedaku sendiri tanpa rasa takut sedikitpun, karna pada saat itu kami lewat jalan yang tak asing lagi dengan peristiwa kecelakaan, banyak truk-truk tronton gandeng  yang melintasi jalan itu, jalan yang sangat gersang karna disana memang gak ada pemandanagan sama sekali kecuali tambak garam dan pergudangan, jalur di jalan itu juga menjadi jalur dua arah, bisa bayangin gimana ngerinya kan, aku aja waktu itu langsung bayangin kalao qiqi dateng kerumah tiap hari minggu “gimana ya hunnQ kalo terus-terusan lewat sini, ih ngeri aku, kasihan hunnQ rek …”, sempat terpikir dalam otakku untuk merasa bersalah karna waktu itu dia pernah aku kerjain, aku sengaja lakuin itu biar dia bisa lebih lama lagi maen kerumahku, aku iseng masukin air ke dalem knalpot sepeda motornya, si Supra brisik ……. =)
Ehh …. Gak taunya dia gak bisa pulang beneran, padahal sekarang aku lagi ngerasain gimana was-wasnya untuk melewati jalur ini, “kalianak !!”.
Saai itu adalah pertama kalinya aku kerumah qiqi, aku kenal bapaknya, ibunya, tau dimana letak ruang keluarganya, tau dimana tempat ibadahnya, dan paling yang aku tunggu-tunggu nih, ngintip isi kamarnya ….. !!! hahahaha
Ya ampun, sumpah deh, aku pikir kamarku itu adalah kamar yang paling ancur sedunia, gak taunya aku kalah saingan sama pacarku sendiri, tau gak itu kamar super rame, buku disana-sini, baju gantung sana gantung sini, ya maklum lah anak pinter, habis baca buku, bukunya di buang, besoknya beli lagi, selesai di baca, lempar lagi. Hehehehe ………
Saat itu aku juga tau gimana sejarahnya qiqi kenapa kok jadi satu-satunya anak yang paling gelap kulitnya, begini ceritaya :
Waktu itu aku anterin ibu beli gorengan di depan gang…….

N : bu …. Qiqi itu kok unik ya ?!
I : maksudya ??
N : iya, lucu, paling nyeleneh sendiri warna kulitnya, padahal mbak. Din, mas. Tok loh terang-terang aja …….
I : hehehehe .. itu karna kena obat, hamilnya qiqi, ibu sempet mau keguguran waktu itu.
N : owh …. Gitu, tapi gak papa sih bu, tetep gagah kok putranya, ninet tambah bersyukur, kalo qiqi jadi jatoh, gak ketemu ninet donk sekarang … hehehe
I : hmm …. kamu itu ada-ada aja.
N : hehehe …. Satu lagi ninet mau tanya …… rahasianya apa sih bu kok qiqi itu otakya bisa encer, pinter loh dia itu bu …..
I : masa sih ? pinter ? ya … waktu hamil ibu suka makan ikan laut, itu bagus buat otak bayi yang masih dalam kandungan.
N : owh …. (dlm hati) “buset dah, mampus gw gak doyan yang namanya ikan dan sejenisnya, gimana bisa gw punya anak pinter besok ?!”
I : kenapa net ? mau Tanya apa lagi, ayo ibu jawab semuanya, asal pulangnya besok pagi aja ya ….. ini sudah malem loh.
N : waa … gak mau bu, ninet nanti dicari mama, ninet gak pamit ke gresik tadi.
I : halah, nanti ibu telponin kerumah, disini aja ya ?? besok aja pulangnya.

Saat itu, waktu yang singkat tapi dalem banget rasanya, aku curhat dengan beliau masalah orang tuaku, masalah keluargaku dan masalahku sendiri, aku merasakan punya orang tua kedua setelah mamaku, aku juga merasakan senangnya punya bapak, karna selama ini aku jarang sekali, maklum lah, aku adalah korban perceraian orang tuaku, aku ikut bundaku sekarang, hampir tidak pernah malah memanggil orang tua laki-laki dengan sebutan “BAPAK”, ya … sebutan itu yang aku berikan pada ayahanda dari qiqi, beliau sudah aku anggap sebagai ayahku sendiri, selain itu juga aku merasakan senangnya punya kakak, karna aku sendiri sudah kehilangan kakak laki-lakiku sejak aku baru berumur dua bulan, dia anak lelaki satu-atunya yang orang tuaku punya, tapi sayang, mas. Yoki sudah memenuhi panggilan Tuhan lebih cepat dari kami semua karna sakit jantung yang dideritanya. Qiqi selalu berkata padaku “kamu itu mirip mbakku hunn …” dari sana aku penasaran bagaimana kepribadian mbak. Dina.

Kedua kalinya aku kerumah qiqi itu adalah tepat di hari ulang tahunnya yang ke-17, aku bersama sahabat-sahabatnya …… eits … bentar-bentar …. Aku mau cerita tentang soulmatenya qiqi yang ada dii gresik sana …. 7sins !
Aku punya cerita sendiri tentang mereka, dulunya nih aku dan mereka itu sering ribut lewat mxit (lagi-lagi gara-gara mxit), waktu itu aku Cuma kenal andy, didit sama ardy, aku belum tau yang namanya billy, indra, apalagi hendra sama niken, gak tau kenapa aku jadi deket sama mereka, aku deket pertama sama indra, kami smsan sewaktu aku liburan ke Jakarta, tapi aku belum tau wujudnya indra yang kaya gimana, terus lanjut ke didit dan ardy, aku deket sama mereka berdua karna ada kerjaan sih memang, mereka minta bantuanku untuk cari tau gimana caranya buat event yang keren, setelahnya didit yang suka curhat sama aku tentang mantan pacarnya, sangking keseringan aku smsan sama dia aku jadi lebih enak panggil dia “mas” bukan “diet” lagi, ribet sih.
Terus mbleber ke andy, aku sudah tau wujudya sih, tapi deketnya waktu kita punya gawe ngerjain qiqi bareng waktu ultahnya, kalo billy aku deketnya juga waktu ultahya qiqi, waktu itu aku pinjem HPnya trus liat-liat fotonya gitu, “kok yang narsis billy ya, bukan wenny ??” kataku pada qiqi, dari sana aku mulai tegur sapa sama dia, apalagi waktu aku bubuk bareng mereka di ruang tengah selesai sahur (wkt itu bulan puasa), aku liat si billy itu ngiler tau gak sih, sumpah unik banget itu orang, tapi paling dewasa di antara mereka para begundal-begundal SMPN 1 gresik,. Owh iya ada yang lupa … si hendra, orang yang gak tau blas aku gimana dia, kenalnya juga waktu ultahnya qiqi, dia satu-satunya anggota 7sins yang menurutku sih paling cocok dijadikan jam wekernya 7sins kalo pada janjian pergi pagi-pagi, soalnya 7sins itu tukang makan n tidur semua, kalo udah tidur kaya sapi semuanya, susah dibangunin, apalagi yang namanya indra, beeeeuuhh ………
Itu sedikit cerita yang aku tau dari mereka, intinya mereka unik, konyol, tapi tetep setia kawan banget kok, bisa di ajak serius kok mereka, sumpah deh. Hehehe ……
Hmm … di ultahnya qiqi itu, aku pernah ngerjain dia sampe bener-bener buat dia kesel banget sama aku, dia kira aku beneran gak dateng, sebelumnya sih aku ngerjain dulu, manas-manasin dia lewat inrda, tapi akirnya seneng banget kok dia, karna apa ???
Karna kami semua ada di rumahnya saat itu, di gresik. keluarganya lengkap, sahabatnya lengkap, pacarnya juga lengkap, lho… maksudnya ?? emang pacarnya qiqi brp . hehehe …..
Aku sengaja dateng telat buat surprise untuk dia, itupun tak lepas dari bantuan sahabat-sahabatnya. Aku liat ekspresi kagetnya dia waktu keluar dari kamar mandi sambil melihat seorang cewek yang sedang membawa kue tart tepat di depan pintu kamar mandi, “met ultah ya hunn …tiup ini lilinya… ayo make a wish !” ucapku dengan senyum yang lebar dan tak lupa aku cium tangannya tanda aku menghormatinya seperti layakya aku menghormati orang yang lebih tua dari aku (padahal umurnya tua aku kaleee).
Aku gak tau apa yang dia panjatkan ketika usai meniup lilin kue ulang tahun itu ….
Setelahya, dia hanya berkata ….

Q : Lho … lho .. hunn katanya ke bojonegoro ?!
N : yee … sapa juga yang kesana, aku lho di Surabaya sibuk prepare ini semua.
7sins : iki adoh-adoh tak susulno nang bojonegoro gawe awakmu kik, kurang apik opo awak dewe … hahahaha (billy, indra, didit)
Q : iyo … iyo …  iyo …. suwun yho rek, makasih ya hunn …
N : iya sama-sama …. Seneng ya ?
Q : hehehe … mayak kamu itu.
7sins : nek gak mayak gak bakal dadi berkesan nang awakmu kik, telo iki … (andy)

aku dari surabaya ke gresik bersama Chandra sahabatku pukul 17.00 waktu Indonesia bagian molor, kado ultahku adalah sebuah boneka mario bross, dan kamu tw … kue ultah itu adalah hasil patungan kami, sumpah … susah banget yang namanya minta sumbangan sama 7sins, pada rapet semua kantongnya, sempet eyel-eyelan dulu sih sebelumya, jadi jangan coba-coba minta uang deh sama mereka, yang namnya uang itu muter aja gak selesai-selesai, abis bayar utang ke qiqi, qiqi bayar ke indra, ato sapa lah, ntar indra bayar ke andy, mbulet kan ?? jadi gak jelas sebenernya itu utang udah bener-bener lunas pa gak. . hihihi …. Aneh !

 Aku sama qiqi juga pernah ke pantai kenjeran berdua, disana sih kebanyakan kami ngobrolin kehidupan kami (curhat), sekaligus inspeksi terselubung. Hahaha …
kami juga pernah belajar disana, pernah berantem di sana, banyak deh.
Hmm …. alun-alun sidoarjo, juga pernah, itu masih anget-angetnya hubunganku sama dia, iseng aja sih kesana, aku masih inget banget hari itu hari sabtu, disana kami memandangi kereta kuda satu persatu yang lewat didepan kami, yang kami liat itu kudanya.

Q : hunn … coba liat yang itu, itu yang depan aku, yang belakang kamu.
N : ehh … iya hunn … kuda depan item kuda belakang coklat . hehehe …
Q : kalo yang ini … ??
N : yang ini sih kuda lagi dengerin lagu house musik hunn.
Q : Lho kok bisa ??? hehe…..
N : iya itu kepala kudanya angguk-angguk mulu kan tu …
Q : dudut ini … itu karna kudanya jalan tau, emangnya pastra harus tegak kalo jalan ???
N : hahahaha …. Nah kalo ini apa hunn ???
Q ; ini mah kuda waktunya cukur rambut hunn … hahahaha
N : iya ya, itu rambutnya udah gondrong sampe matanya gak kelihatan, bawa’en ke salon hunn, ageh ! hehehe ….
Q : iya, tak bawa ke salonku ntar, salon “andalassss …”
N : andalas ? apa itu ?
Q : tukang cukur rambut langgananku di gresik hunn. Hahahaha …
N : owalaa … hahaha … bisa aja kamu hunn.

Sepulang dari sana, kami mampir dulu bentar minum es oyen di pinggir jalan alun-alun itu, qiqi bilang sama aku “baru pertama aku nongkrong kaya gini sama pacarku di pinggir jalan ….”. hmm …. Lucu deh.

            Villa blessing hill, adalah tempat yang paling jauh yang pernah aku kunjungi bersama dia, kami kesana karna ada tugas memang, LDKS pergantian jabatanku sebagai ketua osis, event itu adalah event dimana benar-benar kujadikan qiqi sebagai panitia, selama ini dia selalu bantuin aku kerja, dari MK hingga promnite, aku berikan dia pengalaman bagaimana rasanya menjadi panitia sungguhan, bukan panitia bayangan yang membantuku karena aku adalah pacarnya, tapi aku memberikan kesempatan padanya untuk bertanggung jawab karna dia panitia, bukan karna dia pacarku, secara tidak langsung, dengan masuknya dia di dalam bagian kepanitiaan, dia akan menerima tugas dari sapa saja, bukan hanya dari aku karna dia panitia bayangan. Aku melihat kinerjanya yang lumayan sebagai pemula, menerima job dari hurin untuk berperan sebagai PJ api unggun, menerima job dariku sebakai sie. Keamanan, menerima komando dari arga yang saat itu sebagai koordinator keamanan, pokokya dari sana dia aku ajari beberapa pengalaman, dia jadi tau bagaimana suasana OSIS yang sebenarnya, dia tau gimana pusingnya aku menghadapi ulah-ulah anak SKI yang gak terima dengan kebijakanku, dia sendiri mengakuinya padaku “hunn, semenjak kamu ajak aku jadi panitia LDKS loh, temenku jadi tambah banyak kamu, makasih ya”. Selain itu juga adhek-adhek kelas jadi pada tau kalo aku punya pacar item, jelegz, selengekan, tapi aku sayang. Hehehe …
Sapa yang gak tau sih mbak ninet itu pacarnya mas qiqi, we’e … sumbunk nii … =)
Aku juga pernah ke air terjun dlundung, aku kesana sama temen-temen sih, dalam rangka liburan menghabiskan semester ganjil, aku disana seneng banget, bisa maen air sambil mandi hujan. Ada peristiwa yang gak bakal aku lupain sepulang dari sana, sesekku kumat, karna kedinginan, aku gak kuat pulang, hingga akhirnya kami singgah di sebuah masjid daerah pandaan, aku sudah tidak bisa merasakan apaun waktu itu, yang aku rasakan adalah rasa sakit disekujur tubuhku bagaikan ditusuk jarum yang terbuat dari es, aku hanya bisa menggigil dan menangis, posisi saat itu aku sudah putus sama qiqi untuk yang terakihir kalinya, dia menggenggam tanganku dan berbisik “hunn … yang kuat hunn, atur nafasmu”, aku semakin erat menggenggam tangannya pasca bisikan itu, hatiku berkata “bodohnya aku sudah melepaskan laki-laki sebaik dia, thx qi, kamu masih mau panggil aku dengan sebutan itu….”, air mata pun jatuh begitu saja, namun ekspresi sakit yang aku perlihatkan, agar aku tidak terlihat rapuh tanpa dia. Tak lupa juga aku mau mengucapkan terimakasih, rani, kawanku … mungkin aku sudah mati kalo gak ada kamu waktu itu. Hmm ….

Cito, tempat Mo”n_nYet”z sepakat untuk melambangkan cinta kami berdua dengan cincin, saat itu hampir enam bulan aku menjalani hubungan yang putus nyambung ini, kami ukir nama kami di sebuah cincin, sepasang cincin kami beli. Cincin itu sangat berarti sekali bagi kami, itu adalah lambang keseriusan hubungan kami, bukti bahwa kami masih bisa bertahan walupun cobaan yang gak ada habisnya nimpa kami, mulai dari awal jadian, hingga putus sampai sekarang ………
Aku gak tau cincin itu masih disimpannya atau tidak, karna pada saat aku putus dengannya untuk yang terakhir kali, aku kembalikan cincin itu dengan maksud agar suatu saat nanti kami bertemu lagi entah beberapa tahun yang akan datang, dan memang benar kita jodoh, aku mau cincin itu dia pasangkan kembali ke jari manisku, tapi sayang … dia tidak menagkap isyarat itu sama sekali, dia tidak mengerti maksudku, dia tinggalkan begitu saja cincin itu di pendopo SMA1 manyar, tempat andy dan hendra bersekolah. Otakku gak stag disitu aja ketika melihat tingkah dia meninggalkanku dengan perasaan marah, bergegas aku ambil cincin itu dan mengusap air mataku, terpaksa aku titipkan cincin itu kepada hendra bersama buku soal-soal SPMB yang aku hadiahkan untukya. Tapi sepertinya dia tidak menghargai pemberianku, buktinya … dia titipkan pada billy, aku gak tau sampai sekarang apakah cincin itu masih ada atau sudah hilang ……
Jalan depan TK’ku juga pernah menjadi saksi bisu ketegangan antara aku dan qiqi, aku pernah berantem hebat disana, hingga akhirnya qiqi mengenal sosok yudha, mantanku.
Selain itu, kebun bibit juga tempat bersejarah kami, aku sama dia pernah naik ayunan berdua disana, liat rusa, burung, ikan-ikan, jalan-jalan sambil berantem kecil gitu.

Tiba saatnya tempat yang paling bersejarah buat kami, sekolah SMAN4 surabaya.
Di tempat ini aku mengenal dia, ditempat ini aku bertemu dia, sosok laki-laki yang menurutku dia tidak seistimewa dari siswa laki-laki yang lain. Aku memandangnya karna hati, aku memandangnya karna dia bisa membuatku menjadi orang yang mengerti akan pentingnya bertahan hidup untuk keluargaku, pentingnya untuk tetap survive walaupun sebesar apa musibah yang aku hadapi.
Aku menemukannya, kehidupan kedua setelah sandy, aku merasakan jatuh bangunnya bersama dia, dia punya charisma tersendiri, dia satu-satunya cowok yang pernah aku punya bisa tembus ke dalam kehidupanku, cowok yang pernah nginep dirumahku ketika tahun baru, kami melihat kembang api bareng, make a wish bareng di atas jembatan puter balik, seluruh keluargaku tau sapa qiqi, bahkan adekku sendiri sudah menganggap qiqi adalah kakak laki-lakinya, apalagi mamaku, beliau sudah menganggap qiqi seperti anaknya, anak laki-lakinya, aku tau beliau pasti rindu dengan qiqi, tapi beliau lebih memikirkan perasaanku………… =(

Dia gak tampan, dia juga gak berbadan kekar, dia ceroboh, dia itu pemalas, dia itu baik, dia itu sukanya pake baju kemaren yang sudah pernah dipake terus dipake lagi tanpa harus dicuci mesti itu, dia itu lucu, dia itu pinter, dia itu paling gak suka sama keributan, dia takut sama petir dan kilat, dia suka makan mpek-empek semenjak aku ngajak dia makan empek-empek kesukaanku, dia itu susah banget dibangunin kalo udah ketiduran, dia itu jorok sukanya pamer baju ato celananya kalo lagi sobek, dia jadi ketularan suka makan baksonya pak.djan, dia itu suka jus alpukat, paling suka kalo tak bawain bekal, dia itu boros banget semenjak di Surabaya makanya sampe nabungnya ke aku, dia jagonya pelajaran biologi, dia itu sukanya kalo beli es teh di kantin mesti cari jeruk nipis buat di campurin ke minumannya, dia itu sayang banget sama keluarga dan sahabat-sahabatnya, dia sayang banget sama tas punggung hitam berhias palang putih di atasnya, dia itu lucu banget kalo nangis udah terlanjur heboh susah diemnya, dia suka pakai kaos berkerah, dia cinta banget sama bowling, hobbynya main basket dan play station sama temen-temennya, dia itu lebih kompak sama mbak dina ketimbang mas tok, dia punya alergi kaporit jadi kalo berenang airnya gak cocok kumat deh itu punggunya pada bentol-bentol putih, dia itu nyante orangnnya, gampang kebawa omongan, sedikit pelupa, loyal banget sama orang, sukanya ngelus-elus kepalaku, dia itu lumayan hobby nonton, waktu SMP panggilan buat dia dari temen-temennya itu “bebek” abisnya bawel banget sih dia itu, makanan kesukaannya ayam panggang, dia juga suka futsal, dia itu kalo aku ajak makan bakso gak suka sama yang namanya pake tahu, sayang banget sama baju seragam putih sekolahnya sampek kusam aku suruh dia buat beli yang baru mesti gak mau, selalu telat ganti bet seragam sekolah kalo sudah masuk tahun ajaran baru, dia punya suara yang cempreng, sukanya pringisan, slengekan anaknya, tapi dia bisa di ajakin serius kok, sumpah deh. Dia itu sukanya ngumpulin tiket kita nonton, dia itu sedikit pelupa anaknya kalo masalah naro dimana kunci sepeda motornya, paling benci banget sama lagunya ST12 “puspa”, dia itu suka warna gelap khususnya warna item, dia itu kalo lagi marah waktu nyetir sepeda motor bahaya banget loh jadi harus ditenangin dulu kalo mau lanjutin perjalanan, manja sih kalo aku bilang, cinta banget sama helm birunya sampe tak suruh ganti gak mau pasti jawabnya “males, ganti busanya aja” tapi sekarang sudah ganti helm seh dia, sukanya eyel-eyelan sama mas.tok kalo dirumah mbahti apalagi kalo si supranya udah ngandat gara-gara dipake mas.tok, suka pinjem-pinjeman barang sama kakaknya ya tukeran gitu, paling sebel kalo sudah di tuker mbk. Dina HPnya sama HP yang punya keypad nyebelin di angka “0” yaitu nokia 3530 haha, suka banget sama angka 27, lumayan suka sama naruto, suka ngeband juga kok, dia itu kalo lagi dirumahku gak ada makanan dan merasa kelaperan (biasa, dia kan tukang makan) paling suka sama telur mata sapi buatanku, sukanya cuwil-cuwil makanan yang ada di kulkasku (tapi izin dulu sih), sukanya ngeriwuki jajanku kalo aku lagi beli jajan, dia itu aslinya posesif, cemburuan, dia itu kayak ank kecil banget, tapi dia itu setia banget kalo sudah terlanjur sayang sama cewek, perhatian puol, bawelnya setengah mati, sebelum ketemu aku dia pasi kalah terus kalo debat sama aku, tapi sekarang dia sudah pinter ngomong, banyak deh yang sudah aku tahu kepribadiannya. Dia pernah bantuin aku cabutin rumput di halaman rumahku, dia juga pernah bantuin aku angkatin jemuran (kecuali yang berenda-renda loh ya !), dia pernah tolongin aku buat jemput tanteku di plaza marina, padahal dia gak tau yang mana tanteku, waktu aku tny “kok bisa nemu hunn ?” dia jawabya uenteng banget “ya kan kamu dah kasih tau hunn ciri-cirinya, pendek, gemuk, pake jilbab, gak salah jemput orang tho aku ??”, dia juga pernah bantuin aku cuci piring di rumah, sering malah. Dia juga suka bantuin aku mimik susu kalo aku lagi gak mood mimik susu tapi di paksa sama bunda, yawda aku suruh dia aja yang mimik, hehe ….
Dia selalu mengeluh padaku “iya, aku memang gak seperti cowok-cowokmu yang dulu …”. Hmm …. Kamu tau, iya kamu memang berbeda dari mereka semua, kamu paling beda !!! bedanya kamu …. KAMU BISA BUAT AKU SAYANG BANGET SAMA KAMU, KAMU BISA BUAT AKU LUPA SAMA CINTA PERTAMAKU”. Udah, itu aja sudah cukup. Maafin aku atas semua kesalahanku ……… gak usah aku sebutin satu-satu juga kamu udah tau, kalo aku itu terlalu banyak buat salah sama kamu, terlalu banyak nuntut kamu.
Aku terlalu EGOIS …….. aku gak baik buat kamu.

            Aku dan dia berjalan dengan sebuah cerita yang gak mudah untuk tetap bertahan dengan keadaan yang super gonjang-ganjing, belum tentu dua anak manusia yang berbeda jenis kelamin dan kepribadian dapat saling memahami satu sama lain, dapat saling menerima. Seumur kita adalah umur yang sangat labil dan mudah sekali terbawa emosi, pertengkaran demi pertengkarang sudah kami lewati, berbagai masalah dari yang kecil hinnga yang besar juga kami berdua sudah merasakan, pahit manisnya menjalani sebuah komitmen yang sudah di sepakati bersama, itu tidak mudah, tapi …. Alhamdulillah aku tetap bersyukur, Mo”n_nYet”z bertahan hingga delapan bulan !!!!
Walaupun kenyataannya sekarang kami berpisah ……… kami berjalan di atas kaki kami masing-masing, tidak ada lagi kata “AKU=KAMU”, kami berpisah pada umur bulan ke delapan, kami melanjutkan hidup kami masing-masing saat ini, aku gak tau bakal seperti apa cerita ini nantinya, aku gak mau anggap ini semua telah usai sama seperti yang dikatakan orang padaku, karena aku menganggap kisah ini belum akhir dari segalanya ….. kehidupan ini gak ada yang tau, semua ini Tuhan yang mengaturnya ………
Jadi … aku gak bakal buat ending disini … biarkan tulisan ini sebagai kenangan yang terindah yang pernah aku jalani bersama qiqi. AKU SAYANG KAMU QI sampai kapanpun ………
*****
            Sekarang ……….. hari ini ……….. kamu tau yang terjadi padaku ???
“gendeng koen nyet, lanang koyok ngunu gak gelem ?? Honda estilo iku lho !”.
“kok gak mau sih mbak, lumayan loh mas yang kemarin itu …”.
“kok podho gresik’e sih, GKB sisan !! yawda hajar aja, buktikan kalo kamu bisa dapet anak gresik selain qiqi !”.
“tutup mata, tutup telinga, buang jauh-jauh nama dia !”.
“nid, emane putus sama haqiqi” , dan lain sebagainya, semua itu yang sedang aku hadapi sendiri qi ……. Tapi jangan khawtir, aku anggep semua omongan itu adalah omongan orang-orang yang peduli sama aku …….. =)

Lagipula sapa sih mereka, aku gak tau mereka, mereka adalah orang-orang yang kebetulan hadir aja ketika aku mulai bangkit lagi berdiri di atas kaki aku sendiri tanpa hadirnya kamu.
Mereka gak tau apa-apa tentang kita, gak ada yang tau tentang gimana goncangnya kita, yang mereka lihat hanya hasil akhir dari semua ini, tetapi pernahkan terfikirkan sedikitpun di benak mereka, kalo proses itu jauh lebih baik dipandang daripada hasil akhir.
Cowok-cowok itu, yang datang ketika aku sedang kosong kekuasaan dari kamu, dengan sok taunya mereka tentang kesedihanku akupun gak kenal sapa mereka, gak akan pernah tau apa-apa tentang kita mereka mencoba untuk jadi kakiku selama aku berdiri tak seimbang, tapi aku selalu enggan menyetujuinya, karna apa ???
Karna aku nyaman dengan ketidakseimbanganku, daripada aku harus mengganti kakiku dengan kaki-kaki yang aku tau kalo semua itu tidak tulus !!!

Aku memilih untuk diam disini, dan saat aku melihat kamu sudah bisa tertawa, ketahuilah qi ………… hatiku sudah merasa lega sekali, tak akan pernah ada sakit hati walaupun kamu tau aku tersakiti, mungkin semua ini tak pantas kamu lakukan dengan membalasku karna ternyata kamu lebih dulu sakiti hati aku, tapi gak papa karna hatiku tulus buat kamu, aku yang udah memilih kamu buat jadi pacarku yang ke-13, sampe akhirnya kamu akan sadar ……. Kalo aku yang terbaik yang selama ini kamu punya … =)
Harus aku akui ketika aku memutuskan untuk memiliki kamu, saat itulah aku ingin kamu Cuma untuk aku, begitu banyak cara aku tempuh untuk cari ini semua, tapi apa daya kecewa yang aku dapatkan……

Hal yang paling nyebelin buatku, aku ditembak sahabatku sendiri, chandara. Dan didekati arga lagi, awalya aku Cuma anggep kedekatanku ke arga hanya sebatas sahabat, tapi kenapa makin kesini makin gak beres, sepulang istigosah dia ngajak aku nonton bareng, katanya rame-rame, yang aku liat Cuma ada andin dan Diana, itupun kami terpisah dudukya, sial …. Akhirnya aku menjauh dari mereka. (mavin aku)
Hari itu val.day, sebelum aku putus dengan qiqi, aku dan sahabatku sam udah janjian sih buat tuker kado, aku kasih dia gantungan kunci sepasang maksudku satu buat dia, satunya lagi buat pacarnya, aku lupa kasih tau sam tentang hubunganku sama qiqi sekarang itu kaya apa, ternyata bener kan, dia kasih aku kado gantungan HP monkichi cowok en cewek, barulah dia tau kalo aku sebenernya sudah putus sama qiqi ketika aku bilang “sam, satunya ini buat sapa ?? buat adhekku ta ?? dia gak suka monyet.” Awalnya sih dia gak percaya aku putus, “halah, habis gini lak kamu balikan lagi”. Tapi ketika aku kasih liat ke dia sms qiqi yang dia bilang dah gak sayang lagi sama aku, baru dia percaya kalo ini adalah putus terakhir antara aku dan qiqi, soalnya selama ini sam tau kalo qiqi itu sayang banget sama aku, dia juga heran kok kenapa qiqi berubah segini cepetnya, tapi aku sih nyante aja, soalnya yang buat qiqi kaya gitu kan aku. Dia tau kalo aku suka banget sama monyet, jadi dia belikan itu buat aku dan qiqi. Agak sedikit sedih sih dan sampe sekarang aku belum pasang itu gantungan di hapeku, males ahh, jadi inget Mo”n_nYet”z lagi ntar aku.
Pacar sahabatku semakin mengepakkan sayapnya padaku untuk mencaci maki aku setelah tau aku putus sama qiqi, dia terus menerus menghujam aku dengan kata-kata pedasnya seolah-olah aku mau ngrebut sam dari tangannya, ya wajar sih waktu aku rapuh gara-gara qiqi hampir tiap hari sam kerumahku, sms-sms aku bahkan telpon aku untuk sekedar kasih aku semangat, udah… gak lebih. Yang paling menyakitkan bagiku, pacarnya berucap “mana pacarmu ?? sukanya gangguin cowok orang aja, dulu jadiannya hasil selingkuh sih, jadi sekarang di tinggalin deh, makanya kalo punya cowok jangan jauh-jauh rumahnya”. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi dari sam, tapi aku tetep kuad tanpa sam, tanpa support dari dia karna apa, karna aku yakin pasti jauh di dalam lubuk hati qiqi yang paling dalam dia pasti masih mendo’akan aku dari jauh, mendoakan agar aku menjadi cewek yang tegar dan kuat dalam rumitnya kehidupanku ini, percaya gak percaya aku bisa merasakan kekuatan itu, kekuatan yang muncul dari do’a seorang qiqi, aku tetap tertawa dalam kemelut keluargaku yang gak ada ujungnya.
aku tetap gembira dan pergi sekolah dengan ikhlas naik bus sekolah tiap pagi dikarenakan sepeda kesayanganku digadaikan untuk uang kuliahku, ya walopun aku agak sedikit capek karna rasanya aku setiap hari dikejar oleh waktu untuk cepat kesekolah dan pulang dari sekolah, aku tetap tersenyum dan memandang ini semua dari segi positifya, kalo aku gak mau kaya gini aku pasti gak bisa kuliah, aku gak bisa kenal sama orang yang berbeda sekolah dan menemukan kejadian-kejadian lucu selama aku di perjalanan dengan kendaraan umum, hehehe …..
aku tetap bertahan  ketika uang jajanku dikurangi oleh bundaku dengan alasan untuk di tabung buat beli formulir pendaftaran, tapi alhamdulillah aku masih bisa jajan dengan uang hasil usahaku, aku jualan pulsa, aku jadi guru privat ekonomi dan sosiologi dadakan temenku sendiri padahal dia juga temen lesku di SSC, abisnya dia becanda mulu sih kalo lagi les, lagian tentornya juga geje ngajarnya, dia lebih mudeng, ngerti, kalo aku yang ngajarin, tapi Cuma satu bulan sebelum UNAS sih gak tau awalnya aku Cuma mau Bantu ajarin anaknya ehh … tiba-tiba 3 hari sebelum UNAS ibunya nyodorin amplom gitu buat aku, alhamdulillah …. Kayanya bakat nyokap gw nurun neh ke gw, bakal jadi guru.
Aku tetap tegar ketika utieku pergi dari rumah karena berantem dengan bundaku, padahal satu minggu lagi aku UNAS, aku masih dihadapkan dengan masalah yang lumayan mengisi otakku, aku gak tau harus cerita kesiapa, karna yang tau banget kemelut keluargaku dan kebiasaan keluargaku Cuma qiqi, lina dan chandrapun gak begitu tau gimana keluargaku, jadi aku memilih diam dan sabar untuk menghadapi ini semua, gak mungkin dong aku ikut-ikut nangis dirumah, aku harus tegar untuk memberikan support kepada bundaku, apalagi disekolah tambah gak mungkin, karna di sekolah aku harus konsentrasi penuh dengan pelajaran, bahkan ketika aku jenguk qiqi yang sedang sakit aku tak terlihat rapuh dihadapannya tapi akhirnya pulang dari sana aku nangis di depan sammy dan anwar, teman qiqi. Alasanku ketika mereka Tanya kenapa aku nagis sih Cuma aku jwb “kangen qiqi, aku kasian liad dia di infuse”.
Gak tau kenapa akhir-akhir ini ayahku tak ada kabar, sudah tiga bulan ayahku tidak mengirimkan uang pada bundaku, terakhir aku telpon ayahku, beliau sedang sakit, tapi sekarang gak ada yang tau kabar beliau, itu yang membuat bundaku jadi kurang menentu sekarang, bunda jadi lebih sensitive, perekonomian keluargaku juga sedikit tergoncang. Rasanya aku pengen banget teriak, cerita, tapi sama siapa, aku gak tau !!!
Posisi orang tuaku sendiri aja sudah rapuh, masa aku ikutan rapuh.
ya ALLAH …….. T_T
sering aku bergumam dalam hati, “kalo aja qiqi masih ada sama aku, pasti aku bakal jadi’in dia tong sampah item kesayanganku dalam masalahku ini, tapi sayang, tong sampah item kesayanganku terbuang dengan terpaksa karna waktu itu aku melihat tong sampah itu sudah meluapkan sampah-sampah yang ada di dalamnya akibat ulahku yang gak bisa memahami bahwa tong sampah itu terus ku isi tanpa ku buang ke tempat pembuangan akhir .

Entah kenapa hatiku sudah mulai males untuk menjalin hubungan dengan orang lain yang aku mulai dari nol lagi, aku hanya berteman dengan rasa semangadhku untuk tetap survive dalam sikon seperti ini, aku anggap Tuhan mengajakku untuk bermain kesabaran dan aku menikmatinya. Disini, sekarang aku pelan-pelan menjadi ninet yang benar-benar mandiri, berdiri sendiri, gak peduli dimana aku berdiri, gak peduli dalam posisi apa aku sekarang, yang paling penting adalah aku harus bisa menghasilkan sesuatu yang bisa membuat orang lain bangga terhadapku terutama keluargaku !!!
Aku harus jadi ninet yang bisa survive dimanapun aku berpijak.
Ketahuilah qi …. Di benakku sekarang ini tidak terselip sedikitpun rasa benci ke kamu meskipun aku terlihat jutek dihadapanmu, aku hanya gak pengen terlihat rapuh dan terjebak dalam kerapuhanku, gak ada niat sedikitpun untuk menyakitimu, aku lakuin ini semua  hingga seperti ini bentuknya demi kamu, aku tau kamu tertekan, maka dari itu aku memutuskan buat pergi dari kamu, ngalah buat kamu, jadi mav’in aku kalo kamu merasa tersakiti kemarin.

Aku harap ada orang yang bisa gantikan ini semua dalam memorimu.
Entah siapa yang akan menggantikan tempatku, tapi aku percaya, dia pasti yang terbaik buat kamu, itu pilihanmu ….
Ketika beberapa bulan kamu bersamaku, pernah ada di hidupku, pernahkah kamu melihat kedalam mataku, adakah kesungguhan disana kau dapati ???
Mereka takkan pernah tau tentang kita, tak akan pernah sedikitpun pahami kisah kita, aku mencintaimu bukan karna siapapun, bukan pula karna mereka.

Jum’at, 27 maret 2009 aku merayakan satu tahun mo”n_nyet”z sendiri di MCD dari jam 16.00 sampe jam 20.30 waktu Indonesia bagian ninet, waktu itu kebetulan bundaku lagi libur kasih les privat di luar rumah, bunda Cuma les privat murid-muridnya dirumah tiap hari jum’at dan sabtu jadi aku bisa pake sepeda motor kesekolah, seneng deh bisa nyetir lagi. Aku dengan menggunakan seragam batik sekolah, bolos les …… SUMPAH !!!
Aku duduk sendiri disana, buka-buka hape liatin foto-foto kami berdua dan baca sms-sms dia yang pernah dia kirim ke aku, rasanya kaya kembali ke satu tahun yang lalu dimana aku dan qiqi pernah ada disini, di tempat ini, di sofa ini.
Eeiitzz … jangan salah, aku disana sendiri tanpa menggunakan kebiasaanku loh yaitu “nangis”, aku gak netesin air mata sedikitpun waktu itu, yang aku rasakan hanya rasa bahagia yang gak ketulungan, karena aku masih diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk bisa rayakan ini semua walaupun dalam keadaan yang tidak seimbang.
Tepat ketika itu, aku pulang dan tersenyum haru melihat sofa itu, hatiku berkata “happy anyversary Mo”n_nYet”z, meskipun ini tinggal nyet”z aja, tapi aku bangga bisa menikmatinya sendirian tanpa kamu mo”n……”
Aku meninggalkan tempat itu menuju ke parkiran sepeda motor, dan mengikhlaskan semuanya. Aku merenung disana, dan aku dapati satu kesimpulan ………… yaitu …….
MEMANG AKU YANG SALAH …….. =’)
And now, hatiku teriak dan berkata ……………
“Ayo ninet, SEMANGADH …………. !!!! :D”